Jelang Tahun Ajaran Baru, Puluhan Ribu Guru di Sumenep Wajib Divaksin

Nusa Update - 04/06/2021
Jelang Tahun Ajaran Baru, Puluhan Ribu Guru di Sumenep Wajib Divaksin
Jelang Tahun Ajaran Baru, Puluhan Ribu Guru di Sumenep Wajib Divaksin - (Nusa Update)
Penulis
|
Editor

Sumenep, Nusa Update – Menghadapi tahun ajaran baru pada Juli 2021 mendatang, puluhan ribu guru di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan divaksin.

Vaksinasi kepada para tenaga pendidik ini bertujuan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada saat proses belajar tatap muka nanti.

Berdasarkan data yang diterima media ini, jumlah guru baik Negeri, Swasta, P3K dan tenaga pendidik yang ada dibawah naungan Dinas Pendidikan Sumenep berjumlah 7.383 guru.

Sementara, guru Non Sertifikasi dan guru Sertifikasi yang ada dibawah naungan Kemenag Sumenep sebanyak 12.215 guru. Artinya, jumlah guru yang wajib divaksin dari dua lembaga tersebut sebanyak 19.598 guru.

Baca Juga :  Ditinggal Bukber, Rumah Nenek Tahi Ludes Dilalap Api

“Kalau ada guru yang tidak atau belum divaksinasi. Maka tidak diperkenankan melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka,” ungkap Agus Mulyono Kepala Dinas Kesehatan Sumenep kepada media usai rapat Koordinasi Tim Satgas Gugus Tugas Covid 19.

Ia menjelaskan, vaksinasi yang diwajibkan kepada puluhan ribu tenaga pendidik di Kabupaten Sumenep ini dilaksanakan secara gratis.

“Vaksinasinya nanti gratis,” ungkapnya.

Sementara, ditempat yang sama Mohammad Iksan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumenep, dirinya menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dan data yang ia miliki untuk guru dibawah naungan Dinas Pendidikan Sumenep yang sudah tervaksin sudah mencapai sekitar 40 sampai 60 persen.

Baca Juga :  Polres Jember Gerak Cepat Telusuri Dugaan Korupsi Pasar Balungkulon

“Selebihnya, nanti semua lembaga yang akan melaksanakan PTM (Pertemuan Tatap Muka) harus menvaksin guru-gurunya. Kecuali yang diizinkan secara medis oleh kedokteran,” jelas Iksan.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan Pertemuan Tatap Muka (PTM) boleh dilakukan namun dengan syarat. Semua kelengkapan klinis atau medis dari protokol kesehatan harus dipenuhi.

“Kemudian harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” imbuhnya. (Rsd/kara)

Share

Tinggalkan Komentar

Close Ads X