1.800 Kasus Narkotika Terjadi di Jawa Timur, 15 Diantaranya di Lingkungan Pesantren

Nusa Update - 12/04/2021
1.800 Kasus Narkotika Terjadi di Jawa Timur, 15 Diantaranya di Lingkungan Pesantren
1.800 Kasus Narkotika Terjadi di Jawa Timur, 15 Diantaranya di Lingkungan Pesantren - ()
Penulis
|
Editor

Surabaya, Nusa Update – Kepolisian Daerah (Polda) Jatim dan Polres Jajaran berhasil mengungkap 1.800 kasus penyalahgunaan narkotika dengan 2.205 tersangka. Dari ribuan kasus itu, 15 diantaranya terjadi di lingkungan pondok pesantren.

Ribuan kasus itu merupakan hasil ungkap selama tiga bulan sejak Bulan Januari hingga Maret 2021. Dengan rincian, Ditresnakoba Polda Jatim sebanyak 190 kasus dengan 223 orang tersangka. Sementara dari Polres Jajaran sebanyak 1.610 kasus dengan 1.982 tersangka.

“Dari 1800 yang kita ungkap itu ada 15 kasus di Pesantren,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, saat memusnahkan ratusan kilo narkoba berbagai jenis di Mapolda, Senin, 12 April 2021.

Baca Juga :  Ini Harapan Wabup Sumenep Terhadap Kader IPPNU

Jika dipersentasekan, lanjut Kapolda, jumlah kasus narkoba di lingkungan pesantren tidak sampai 1 persen dari ungkap kasus yang ada, namun pihaknya berharap tidak ada lagi kasus narkoba di pondok pesantren.

“Memang kurang dari 1 persen tetapi harapan kami benar-benar nol, tidak ada,” ujarnya.

“Bahkan kami mendapat informasi ini dari pimpinan Ponpes yang mengharapkan agar Polri menindak siapa saja yang memasukkan narkoba ke dalam Pesantren,” tambahnya.

Sementara, barang bukti yang dimusnahkan dalam kegiatan tersebut yakni sabu 17,5 Kg, obat keras daftar G sebanyak 86.407 butir, Minuman keras 13.704 botol.

Baca Juga :  Carok di Sampang, Saudara Kades di Kecamatan Ketapang Tewas Bersimbah Darah

Dari barang bukti ini, barang bukti yang didapat dari lingkungan Pondok Pesantren sebanyak 9,42 gram tembakau gorila, 117,8 gram shabu, 90 butir pil berlogo DMP warna kuning, 10.000 butir Pil Logo Y warna putih dan 2.110 butir obat trex.

Kapolda Jatim berkomitmen untuk melawan peredaran narkoba. Ia berharap agar bisa meningkatkan sinergisitas dalam melawan narkoba.

“Mudah-mudahanan dengan kegiatan ini seluruh masyarakat di Jatim bersama-sama dengan kami siap menghadapi perang narkoba. Musnahkan narkoba dari Jatim,” pungkasnya. (rls/kara)

Share

Tinggalkan Komentar

Close Ads X